Liputan6.com, Jakarta – Klaster Visalia di Kota Wisata Cibubur menjadi perumahan warga terdampak dari kebakaran di Gudang Amunisi TNI AD, Sabtu (30/3/2024) malam.  Pantauan di lokasi, Minggu (31/3) pagi, klaster tersebut saat ini masih dalam posisi steril dengan akses terbatas. Selain itu, garis polisi juga masih melintang di depan gerbang utama. 

“Warga sudah dikosongkan dari semalam, ada 3 RT di dalam klaster. Pagi ini juga masih steril,” kata Putri di lokasi, Minggu (31/3/2023).

Putri (40) mengaku sudah empat tahun tinggal di Klaster Visalia. Pada saat kejadian, dirinya awalnya tidak menyangka kalau ada insiden ledakan gudang peluru BekasiI. Dia mengira, ledakan itu adalah ulah dari petasan.

“Saya sedang mau berbuka puasa, saya kira petasan, tapi makin lama makin banyak makin keras suara (ledakannya),” ujar Putri(40).

Putri menambahkan, saat ini warga klaster hanya diperkenankan masuk dalam posisi terbatas hanya untuk mengambil barang berharga yang dibutuhkan dan juga pakaian ganti. Sebab aparat terkait masih melakukan penyisiran dan antisipasi ditemukannya serpihan amunisi yang terpental dan masuk ke dalam klaster.

“Masih steril, boleh masuk tapi terbatas belum boleh lama, cuma cek aja karena listrik juga masih dipadamkan,” Putri menandasi.

Diketahui, Gudang amunisi Artileri Medan (Armed) yang terletak di perbatasan Bekasi dan Bogor, Jawa Barat, meledak dan terbakar pada Sabtu (30/3/2024). Informasi kebakaran diterima oleh petugas center Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada pukul 18:30 WIB.

“Iya benar gudang peluru terbakar,” kata Petugas Center Gunung Putri, Agus Sofyan saat dihubungi Liputan6.com.

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *