Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menangkap satu tersangka berinisial AWR atas kasus pembunuhan anggota TNI Angkatan Darat (AD) Kodam III Siliwangi, Praka Supriyadi alias Praka S (27), di Bekasi, Jawa Barat.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, menjelaskan penyebab kematian dari Praka S karena dibacok oleh tersangka AWS dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis samurai.

“Membacok senjata tajam ke arah kepala korban. Mengenai kepala bagian belakang dengan sebilah pedang,” kata Wira saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 3 April 2024.

Kronologi lengkap dari kasus pembunuhan ini berawal pada Kamis Maret 2024 sekira pukul 21.00 WIB. Ketika itu, Praka S yang sedang berada di rumah istrinya, dihubungi temannya berinisial W alias S di apartemen Bekasi bersama tersangka AWR.

“Bahwa saksi W alias S diajak untuk berhubungan badan dengan tersangka di apartemen Bekasi. Dan ternyata antara saudara W alias S dengan tersangka terdapat selisih paham. Yang mana akibat selisih paham tersebut, saudara saksi atas nama W alias S mengontak korban Supriyadi,” kata Wira.

Mendapat informasi itu, anggota TNI AD Praka S langsung mendatangi lokasi untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami W alias S.

Karena situasi W alias S dengan AWR sudah sempat bertengkar, maka Praka S berinisiatif untuk menyelesaikan masalah keduanya dengan membawa tersangka ke rumahnya.

“Jadi tersangka dibonceng oleh korban Praka S, sementara teman yang lain mengikuti pakai mobil,” ujar Wira.

Bukannya diarahkan ke tujuan, AWR malah membawa Praka S ke rumah temannya bernama Alfian. Di sanalah muncul niat jahat AWR untuk menganiaya Praka S. Dengan memanfaatkan senjata tajam jenis samurai yang ada di rumah Alvian, anggota TNI AD itu lalu diteriaki begal.

“Pada saat di pinggir di depan jalan perumahan saudara Alvian, tiba-tiba tersangka berteriak dengan kata-kata begal, begal, begal. Sehingga mengundang perhatian warga,” kata Wira.

“Selanjutnya saudara tersangka AWR mengambil pedang panjang yang berada di teras saksi Alvian. Selanjutnya saudara Alvian yang ada di dalam rumah pun diajak untuk mengejar korban yang tadi diteriaki begal oleh tersangka,” tambahnya.

Tanpa maksud yang jelas, AWR yang telah dibonceng oleh Alvian langsung mengejar Praka S. Keduanya saling kejar-kejaran. Sampai di depan SMA 15 Kota Bekasi itulah terjadi pembacokan terhadap Praka S.

“Saudara korban di situ melakukan upaya pembelaaan diri menendang motor tersangka, nah di situlah motor tersangka terjatuh. Si korban di sini melarikan diri sampai ditemukannya di SMK 2, karena posisi pembacokannya di SMA 15,” jelas Wira.

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *