Sedangkan, Richard memastikan dari pihak Aparat Keamanan Gabungan TNI-Polri nihil kerugian jiwa maupun senjata.

“Keberhasilan Aparat Keamanan Gabungan TNI-Polri mereduksi kekuatan KKB kali ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas keamanan demi lancarnya proses percepatan pembangunan di Papua,” ucap Richard.

Adapun sepak terjang dari Abu Bakar Kogoya sempat menjadi buron sejak tahun 2020 bersama Lekagak Telenggen yang yang terlibat serangkaian kekerasan di Papua.

Tercatat sejumlah pelanggaran hukum di antaranya aksi penyanderaan terhadap tiga orang guru di Aroanop pada 15 Februari 2020 dan penembakan di Kampung Zipabera, Distrik Tembagapura pada 28 Februari 2020 yang mengakibatkan Bharada Doni Priyanto tewas.

Juga penembakan terhadap mobil Patroli Polsek Tembagapura di Kampung Utikini, Distrik Tembagapura 2 Maret 2020, penembakan Pos TNI 754 di Opitawak, Tembagapura 5 dan 6 Maret 2020, pembakaran bangunan di Blok A Opitawak tanggal 6 Maret 2020, dan pembakaran terhadap kantor Desa Opitawak tanggal 7 Maret 2020.

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *