Tak hanya mengenai preferensi tempat dan menu berbuka puasa, survei ini juga membaca perilaku masyarakat dalam mengelola keuangannya guna memenuhi kebutuhan lebaran. Diketahui bahwa mayoritas masyarakat Indonesia mengalokasikan dana tambahan Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk berbagai kebutuhan.

“Untuk Ramadan kali ini, sebagian besar responden menyatakan telah menyiapkan dana ekstra di rentang Rp500 ribu hingga Rp1 juta rupiah (43,3%). Namun ada pula yang mematok anggaran Rp1 juta hingga Rp3 juta (25,5%),” kata Iip.

Adapun pos pengeluaran terbesar masyarakat selama Ramadan dialokasikan untuk kegiatan Buka Bersama (bukber) dengan proporsi 52,8%. Diikuti oleh sejumlah masyarakat yang mengalokasikan anggarannya untuk berinfaq atau bersedekah dengan persentase 22,2%.

Sementara itu untuk preferensi jelang Idulfitri, masyarakat menganggarkan dana hingga Rp3 juta untuk persiapan lebaran. Namun, yang menarik adalah penggunaan dana tersebut, yang lebih sering dialokasikan untuk berbagi kepada sesama, seperti memberi THR, parsel, dan membayar zakat, infaq, dan sedekah.

“Temuan survei ini mencerminkan masih kuatnya nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” kata Iip.

Dalam hal makanan khas lebaran, survei menemukan bahwa sajian favorit masyarakat Indonesia umumnya berupa ketupat, opor ayam, rendang, dan berbagai jenis kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju.

Survei ini juga memberikan wawasan tentang kebiasaan mudik masyarakat Indonesia. Mayoritas responden cenderung berangkat mudik 4-7 hari sebelum lebaran, dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor. Internet, terutama media sosial dan media online, juga menjadi sumber utama informasi seputar mudik bagi masyarakat.

Sekadar informasi, survei GoodStats dilaksanakan pada 19-26 Maret 2024 dengan metodologi online menggunakan platform/panel respondent tSurvei. Dari total 1.000 orang responden, tercatat mayoritas (32%) merupakan responden dengan usia 20-26 tahun (Gen Z) dengan tingkat pendidikan terbanyak dari level perguruan tinggi (43%).

 

(*)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *