Komisi Pemberantasan Korupsi merespon pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang terkesan membela Harun Masiku. Hasto sebut Harun Masiku hanyalah sebagai korban.

Terkait hal ini, Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan KPK Ali Fikri tegas tidak sependapat dengan hal tersebut. Dia mengatakan, anggapan Harun Masiku sebagai korban dalam kasus dugaan suap proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI Periode 2019-2024 salah besar.

“Tidak benar (Harun Masiku korban),” kata Ali Fikri kepada wartawan, Senin (18/4/2024). 

Ali menjelaskan anggapan Harun Masiku sebagai korban tidak berlandaskan pada fakta-fakta hukum yang ada. 

“Sejauh ini tidak ada fakta hukum soal hal tersebut baik hasil penyidikan KPK maupun pertimbangan putusan majelis hakim,” tutur Jubir KPK itu. 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut, Harun Masiku sebagai korban.

“Harun Masiku inikan sebenarnya dia korban,” kata Hasto dalam wawancara bersama Liputan6 SCTV dikutip, Senin (18/3/2024). 

Hasto mengatakan, Harun Masiku berdasarkan kebijakan dari PDI Perjuangan berhak mendapatkan pelimpahan suara dari PDI Perjuangan setelah ada calon terpilih yang saat itu meninggal. Dalam prosesnya, Harun diklaim mendapat tekanan dari oknum KPU sampai akhirnya tersandung kasus dugaan suap. 

“Nah di dalam proses ini kemudian ada tekanan dari oknum-oknum KPU yang meminta adanya suatu imbalan maka dia tergoda yang kemudian dikategorikan sebagai suap karena menyuap anggota KPU, komisioner KPU itu adalah pelanggaran hukum,” ucap dia.

 

 

 

 

Reporter: Alma Fikhasari

Sumber: Merdeka.com

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *