Liputan6.com, Jakarta – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia membuka kemungkinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi Penasihat Khusus Presiden Terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto. Menurut dia, hal itu bisa saja terjadi selama tak dilarang konstitusi.

“Ya semua kemungkinan itu kan bisa terjadi. ya namanya kemungkinan semua terjadi selama dalam rangka konstitusional,” jelas Bahlil usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/4/2024).

Dia pun mengklaim bahwa Jokowi tak ikut campur dalam pembentukan kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Bahlil menyebut Jokowi memahami bahwa pembentukan kabinet merupakan hak prerogtif presiden terpilih.

“Pak Presiden Jokowi ini kan sudah 2 kali jadi presiden. Tau mana hak prerogatif presiden terpilih mana yang bukan,” ujarnya.

Disisi lain, Bahlil mengakui sudah mulai ada pembahasan soal program pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia menututkan prinsip program pemerintahan kedepan adalah berkelanjutan.

“Karena ini sifatnya berkelanjutan, maka program-program 2025 sudah harus mencerminkan tenrang visi misi dan program besar dari presiden terpilih. Tapi kan itu akan diputuskan pada saat MK dan penetapan KPU,” tutur Bahlil.

“Jadi jangann kita mendahului apa yang menjadi tugas daripada MK dan KPU. Tapi bahwa ancang-ancang besar, garis besarnya mungkin saja itu sudah dimasukkan,” sambung dia.

Calon Presiden Prabowo Subianto bangga dan terharu mendapat dukungan dari Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *