Liputan6.com, Jakarta Bea Cukai Jakarta bersama Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid) Bareskrim Polri menggeledah sebuah laboratorium narkotika ilegal (clandestine lab) pada Kamis, 4 April 2024.

Dari penggeledahan yang dilakukan di sebuah perumahan di wilayah Sunter, Jakarta Utara petugas gabungan mengamankan pil ekstasi sebanyak 7.800 butir, berbagai peralatan dan mesin cetak yang digunakan untuk membuat ekstasi, serta meringkus 4 orang tersangka.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa, Nirwala Dwi Heryanto, mengungkapkan kronologi penindakan tersebut.

“Pada awal Januari 2024, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mendapatkan informasi terkait adanya paket dari luar negeri yang diduga berisi bahan baku pembuatan ekstasi,” ujar Nirwala

Berdasarkan informasi tersebut, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama dengan Direktorat Interdiksi Narkotika dan Bea Cukai Soekarno Hatta memantau tujuan alamat pengiriman paket yang mengarah ke wilayah Sunter, Jakarta Utara.

“Setelah penyelidikan yang berlangsung selama empat bulan, petugas gabungan memastikan bahwa lokasi tersebut dijadikan sebagai clandestine lab. Pada 4 April 2024, petugas gabungan menggeledah lokasi tersebut dan menangkap para tersangka.”

Nirwala juga mengungkapkan modus yang digunakan para pelaku dalam kegiatan produksi ekstasi tersebut, yaitu dengan mengimpor bahan baku yang tidak masuk dalam dalam daftar prekursor narkotika dari Tiongkok. Selanjutnya bahan baku tersebut diproses secara kimia sampai menjadi bahan mephedron dan selanjutnya dicetak menjadi ekstasi.

“Proses tersebut dipandu oleh tersangka berinisial D yang saat ini masih terus dikejar oleh petugas. Selain itu, petugas juga masih memburu FP yang menjadi otak utama dari kegiatan produksi narkotika jenis ekstasi ini,” kata Nirwala.

Selain mengamankan narkotika jenis ekstasi, petugas gabungan juga menyita alat cetak ekstasi, bahan baku yang sudah siap cetak, bahan baku, bahan adonan setengah jadi, peralatan serta mesin cetak pembuatan narkoba jenis ekstasi berkapasitas produksi 3.000 butir/jam. Petugas gabungan juga mengamankan empat orang tersangka berisial A ALS D (29), R (58), C (34), dan G (28).

 

Seorang bandar narkoba di Padang Barat, Kota Padang, Sumatra Barat, mengusir anggota kepolisian yang menggerebek dirinya saat tengah asyik mengisap ganja kering.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *