Kemudian, lanjut Aan, untuk area fasilitas jalur contra flow, petugas akan memadukan water barrier dengan cone-cone sebagai penanda pembatas jalan antara contra flow dengan jalur normal. Ditambah, kata dia, pemasangan lampu penerangan atau lampu selang itu ketika malam hari.

“Ini dimaksudkan untuk isyarat kepada dua arah, baik dari Jakarta maupun sebaliknya. Ini saya lihat, karena saya tanyakan juga ke ahli, kalau 20 KM itu masih memungkinkan tidak? Ternyata sangat memungkinkan,” papar Aan.

“Yang penting itu tadi, dijaga kecepatannya, kemudian diberikan isyarat untuk safety. Kalau ada kecelakaan itu bisa cepat kita tangani. Yaa tentu kita tidak mau berharap ada kejadian lagi, itu dengan tadi ada safety car, isyarat yang lebih jelas dan sebagainya,” tandas dia.

Perlu diketahui, kecelakaan maut terjadi di jalur contraflow Km 58 Tol Jakarta-Cikampek pada tanggal 8 April 2024. Insiden kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan yang terdiri dari dua mobil dan satu bus.

Akibat kecelakaan ini, sebanyak 12 orang meninggal dunia terdiri dari tujuh pria dan lima perempuan yang seluruhnya merupakan penumpang kendaraan GranMax.

 

Reporter: Bachtiarudin Alam (Merdeka.com)

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *